Photobucket
Photobucket
Photobucket
Flame Logo - http://www.flamewordmaker.com

Fire Name
sistem apakah yg ideal menurut kamu yg pantas memimpin dunia ini?
demokrasi
federasi
kerajaan
teokrasi
monarki
khilafah
  
pollcode.com free polls
NO COPYRIGHTS!!!
| HOME | RND ZINE | RESIST | GALERI | KONTAK | FORUM |


dalam hitamnya pekat malam, dalam keheningan malam... revolusi tidak akan pernah mati selamanya...

<< September 2016 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Apakah sistem Demokrasi masih relevan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat saat ini (berikan alasan)??
Sangat Yakin
Yakin
Ragu-ragu
Tidak Yakin
Sangat Tidak Yakin
  
pollcode.com free polls
tracker
Search Engine Optimization Photobucket
Photobucket

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Nov 1, 2009
PENGUMUMAN

PENGUMUMAN

SALAM

UNTUK SEMENTARA WWW.LIBERATIONYOUTH.BLOGDRIVE.COM
PINDAH ALAMT KE

-- WWW.RESISTZINE.BLOGSPOT.COM --


INI KAMI LAKUKAN UTK LEBIH MENGEFEKTIFKAN KERJA KAMI KE DEPANNYA.
OLEH KARENA ITU, SELURUH AKTIVITAS YG BERKENAAN DGN PEMBERITAAN & PENERBITAN RESIST ZINE SELANJUTNYA AKAN DI ALIHKAN SPT ALAMAT YG TERTULIS DI ATAS.

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN PENGUNJUNG SEKALIAN SELAMA INI.
SEMOGA KITA MENDAPAT PETUNJUK & RAHMAT DARI ALLAH SWT GUNA MENAPAKI SETIAP PERJALANAN HIDUP KITA INI. AMIIN...

WASSALAM,

EDITOR

===========================================================

ANNOUNCEMENT

SALAM

FOR TEMPORARY WWW.LIBERATIONYOUTH.BLOGDRIVE.COM
MOVED TO

-- WWW.RESISTZINE.BLOGSPOT.COM --

WE DO THIS UTK WE WORK more effectively toward him.
BY ACCORDINGLY, ALL ACTIVITIES verbal proclamation & Resist ZINE PUBLISHING WILL FURTHER ADDRESS Divert ABOVE WRITTEN.

THANK YOU FOR ATTENTION VISITORS DURING THIS gentlemen.
WE HAVE GOOD GUIDE & THE GRACE OF GOD Almighty Stepping FOR ANY TRAVEL IS OUR LIVES. AMIIN... Subhanallah ...

WASSALAM,

EDITOR EDITOR



Posted at 06:30 am by revoltneverdie
Make a comment  

Sep 14, 2009
Datuk Mohammad Nakha’i: Sistem Harus Dilawan dengan Sistem

Datuk Mohammad Nakha’i: Sistem Harus Dilawan dengan Sistem

Dalam acara diskusi Ramadhan yang diselenggarakan Yadmi atau Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia di Gedung Habibie Center Jakarta, cendekiawan muslim asal Malaysia menyatakan bahwa Islam harus ditampilkan dalam bentuk sistem.

”Dakwah harus ditampilkan dalam bentuk peradaban Islam dan berbentuk sebagai sistem alternatif dari sistem yang ada di masyarakat. Dengan begitu, kita melawan sistem dengan sistem. Bukan sekadar cakap (omongan, red),” ujar Datuk Haji Mohammad Nakha’i Haji Ahmad.

Wakil ketua dewan pembina Yadmi ini juga memberikan rumus kesuksesan dakwah. Yaitu, adanya kedekatan antara tiga unsur: pemerintah, intelektual, dan ulama. ”Tiga unsur inilah yang bisa mengawal dakwah di Malaysia dalam rangka pemberdayaan umat,” ujar datuk yang juga aktivis dakwah di Malaysia.

Datuk Mohammad Nakha’i menambahkan, selama ini penjajah selalu ingin menanamkan pengaruhnya di negeri bekas jajahan untuk waktu yang lama. Di antara yang mereka lakukan adalah melemahkan sektor pendidikan, meminderkan umat Islam dengan produk-produk Barat, dan melemahkan kemampuan ekonomi umat.

Sulit kita membangun peradaban Islam, masih menurut Datuk Mohammad Nakha'i, kalau hanya dengan ucapan. Karena dakwah harus memberikan solusi yang dibutuhkan umat. Penerapan ekonomi Islam secara nyata dan kuat harus menjadi satu kesatuan dalam organisasi dakwah.

Selain Datuk Mohammad Nakha'i, hadir sebagai pembicara lain Dr. Tarmidzi Taher. Mantan menteri agama ini menyatakan bahwa dakwah harus tampil baru. Tidak seperti sebelum ini yang terlalu menekankan pada ucapan dengan kalangan terbatas.

"Dakwah harus tampil beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini yang semakin kompleks," ujar Tarmidzi.

Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan dakwah yang integral, menyeluruh, memenuhi seluruh lingkungan masyarakat yang ada. "Begitu banyak lapisan masyarakat yang saat ini, munngkin, belum tersentuh dakwah," tambah dokter yang saat ini aktif memberikan kajian keislaman.

Senada dengan dua pembicara di atas, Ahmad Watik Pratiknya mengungkapkan gagasan solusi agar dakwah bisa lebih berdaya di masyarakat.

"Selama ini, orang berdakwah seperti hit and run. Pukul dan lari. Seorang dai datang menyampaikan ceramah tentang Islam dengan berbagai kekhasan mereka, tanpa memahami terlebih dahulu seperti apa keadaan masyarakat yang didakwahi," papar Ahmad Watik dalam diskusi yang dihadiri tamu dari Malaysia ini.

Menurut Agus Watik,  dakwah tidak bisa dilakukan secara individual. Ia harus dilakukan secara berjamaah. Harus ada diagnosis masyarakat yang akan dihadapi. Dan terlebih lagi, dakwah harus memberikan pemberdayaan secara ekonomi buat umat.

"Problemnya, saat ini justru tidak sedikit para dai yang dibayar oleh umat yang mengundangnya. Tak ubahnya seperti selebritis. Punya manajer dan sebagainya," ujar Agus Watik.

Agus Watik menambahkan, dakwah harus mengangkat kedha'ifan umat dari berbagai sudutnya. Mulai dari kedhaifan material, aset, psikologis dan akses. "Karena itu, kita harus mereka ulang format dakwah kaum dhuafa yang mayoritas di negeri ini." (Indah)


Posted at 07:38 am by revoltneverdie
Make a comment  

Pertumbuhan Bangsa Yahudi di Dunia Mandeg

Pertumbuhan Bangsa Yahudi di Dunia Mandeg

Berapa sebenarnya jumlah orang Yahudi saat ini? Ternyata, bangsa Yahudi masih menjadi kaum minoritas di dunia. Dalam laporan yang dilansir oleh Lembaga Studi Perencanaan Bangsa Yahudi disebutkan bahwa pertumbuhan Yahudi secara alami sangat terbatas. Tahun 1970, jumlah mereka 12, 633 juta, dan saat ini baru mencapai 13,100. Laporan ini diketuai oleh Dennis Roos.

Otomatis, masalah ini masih menjadi bahan pemikiran Yahudi baik di dalam atau di luar Israel. Pernah disinggung oleh politikus kiri tersohor, Yosi Beilin beberapa tahun lalu dalam bukunya soal realitas Yahudi di dunia. Ia fokus ingin menghilangkan penghalang ini dengan cara redefinisi Yahudi dan menganggap kelahiran dari ayah Yahudi dan ibu non-Yahudi disebut Yahudi juga. Bukan mereka yang lahir dengan ibu Yahudi tanpa mempedulikan agama ayahnya sebagaimana yang biasa diterapkan kini di kalangan bangsa Yahudi.

Pertimbangan baru menurut Beilin yang diikuti oleh banyak kalangan seperti yang disebutkan dalam laporan ini akan menambahkan jutaan orang ke dalam bangsa Yahudi. Terutama prosentase perkawinan campuran antara Yahudi Amerika dan Eropa mencapai 55% dari total jumlah Yahudi.

Laporan tersebut mengisyaratkan dimensi lain soal jumlah Yahudi di negara Israel dan menurunnya rata-rata eksodus Yahudi ke sana selama tahun-tahun terakhir dengan jumlah 5,400 juta sementara di Amerika Serikat jumlah Yahudi mencapai 5,250 juta.

Namun jumlah Yahudi secara keseluruhan ini ternyata tidak sama dengan jumlah orang Yahudi yang berhasil duduk di parlemen yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Di Inggris, jumlah anggota parlemen mencapai 52 anggota, padahal jumlah warga Yahudi di sana tidak lebih dari 300 ribu orang. Sementara kaum muslimin yang jumlahnya mencapai lima kali lipat dari Yahudi hanya memiliki satu orang perwakilan di parlemen Inggris.

Di AS jumlah anggota Kongres Amerika dari Yahudi berjumlah 13 orang dari 101 total anggota Kongres Amerika. Padahal persentase Yahudi di sana di bawah 2%. Sementara di parlemen Amerika Yahudi memiliki perwakilan 30 orang. Dan jangan tanya berapa banyak mereka yang loyal kepada Yahudi dan kepentingannya.

Di Perancis, Yahudi memiliki 18 kursi di parlemen padahal jumlah warga Yahudi di sana tidak melebihi 1% penduduk. Demikian halnya di Ukraina. Angka-angka di atas memberikan kesimpulan betapa besar lobi Yahudi di negara-negara besar. (sa/simpletoremember)


Posted at 07:33 am by revoltneverdie
Make a comment  

Sep 8, 2009
Komunitas Yahudi Terancam Punah


Komunitas Yahudi Terancam Punah

Bagi Israel, perkawinan campuran antara Yahudi dan non-Yahudi merupakan "ancaman nasional yang strategis". Israel sangat mengkhawatirkan musnahnya orang-orang yang berdarah Yahudi murni. Untuk itu rezim Israel sedang gencar-gencarnya memasang iklan di telivisi dan internet, berisi himbauan agar orang-orang Israel memberitahukan kerabat dan teman-teman mereka di luar negeri agar tidak menikah dengan non-Yahudi.

Rezim Zionis tak segan-segan mengeluarkan kocek sebesar 800.000 dollar untuk membuat iklan yang didisain khusus guna menghentikan asilimasi orang-orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia lewat pernikahan campuran. Rezim Zionis menginginkan semua Yahudi diaspora untuk kembali ke Israel.

Israel membuat iklan itu sebagai respon atas sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa setengah dari jumlah Yahudi yang berada di luar Israel menikah dengan non-Yahudi. Laporan ini nampaknya membuat Israel dan sejumlah lembaga swasta Yahudi khawatir akan musnahnya orang-orang Yahudi murni dan mereka melakukan berbagai cara untuk meningkatkan jumlah populasi Yahudi.

Israel membayar para presenter berita terkenal untuk membawakan iklan-iklan tersebut. Dalam satu iklan disebutkan, asimilasi adalah "ancaman nasional yang strategis", "Lebih dari 50 persen anak muda Yahudi diaspora melakukan perkawinan campuran dan bagi kita, jumlah itu sangat banyak."

Aktivis Gush Shalom- kelompok perdamaian di Israel-Adam Keller mengatakan, Israel butuh banyak orang Yahudi sebagai bentuk "perang demografis" terhadap bangsa Palestina. Oleh sebab itu mereka sangat takut jika orang-orang Yahudi murni musnah karena perkawinan campuran.

Hasil survei yang dilakukan Jewish People Policy Planning Institute selama beberapa tahun belakangan ini, menunjukkan bahwa Israel adalah satu-satunya "negara" yang pertambahan populasinya paling lambat, bahkan stagnan. Penurunan itu disebabkan karena rendahnya tingkat kelahiran dan perkawinan campuran antara Yahudi dan non-Yahudi.

Menurut laporan lembaga itu, setengah dari jumlah Yahudi di AS dan Eropa melakukan asimilasi. Sementara di bekas negara Soviet, jumlah Yahudi yang melakukan perkawinan campuran mencapai 80 persen. Jumlah Yahudi di Israel sendiri sekitar 5,6 juta orang dan banyak dari mereka yang juga melakukan asimilasi dengan warga Arab. Di Israel, perkawinan campuran antara Yahudi-Arab tidak diakui, kecuali jika perkawinan itu dilakukan di luar negeri.

Target iklan yang dibuat pemerintah Israel adalah orang-orang Yahudi di Kanada dan AS. Di kedua negara ini, jumlah Yahudinya paling besar di dunia yaitu sekitar 5,7 juta jiwa. Kebanyakan Yahudi di Kanada dan AS adalah Yahudi liberal, bukan Yahudi ortodoks yang melarang orang Yahudi menikah dengan non-Yahudi.

Menurut tim iklan anti-asimilasi Yahudi, sejak iklan itu ditayangkan di televisi pekan kemarin, lebih dari 200 orang Israel yang menghubungi nomor hotline dan melaporkan nama-nama orang Yahudi yang tinggal di luar negeri beserta informasi alamat email dan akun facebook dan twitternya. (ln/mol)


Posted at 09:23 am by revoltneverdie
Make a comment  

Krisis Ekonomi Bikin Orang Amerika Tak Materialistis

Krisis Ekonomi Bikin Orang Amerika Tak Materialistis


WASHINGTON--Kondisi ekonomi yang mengerikan tampaknya telah membuat orang Amerika tak materialistis, dan satu jajak pendapat memperlihatkan kebanyakan orang lebih memilih barang dari pengecer rabat Wal-Mart ketimbang permata mewah di kotak biru ciri khas dagangan Tiffany.

Satu survei atas 41.175 orang dewasa oleh Zogby Interactive mendapati orang Amerika memilih untuk hidup dengan harta milik yang lebih sedikit, dan dua dari 10 orang memberikan lebih dari 10 persen barang mereka dan tidak menggantinya dalam suasana ekonomi baru.

Pelaksana jajak pendapat John Zogby mengatakan, responden survei tersebut, yang dilakukan pada 2-27 Juli, ditanyai apakah mereka akan memilih barang seharga 500 dolar AS dari Tiffany (TIF.N) di dalam kotak biru atau barang yang kelihatan sama dengan harga 250 dolar AS dari pengecer rabat Wal-Mart Stores Inc. (WMT.N).

Ia mengatakan, hanya 10 persen memilih barang Tiffany, sementara 78 persen memilih dagangan Wal-Mart. Yang lain tidak bisa mengambil keputusan.

"Orang bergerak ke arah gaya hidup yang lebih sederhana dan tak terlalu materialistis," kata Zogby dalam satu pernyataan.

"Saya menyebut mereka Secular Spiritualis, karena mereka mencari lebih banyak arti dalam hidup mereka, dan akan mencarinya melalui keluarga, teman, relawan dan kegiatan yang santai yang memenuhi keperluan mereka," kata Zogby, sebagaimana dilaporkan Reuters Life.

Jajak pendapat itu mendapati hampir sepertiga orang Amerika telah mengeluarkan makin banyak barang mereka dalam satu tahun belakangan dibandingkan yang telah mereka lakukan sebelumnya, sementara 20 persen menyatakan mereka telah mengeluarkan lebih sedikit. Sisanya tak bisa membuat kepastian.

Hanya lebih seperlima orang Amerika dewasa telah menyumbangkan lebih dari 10 persen barang mereka karena semua itu tak mereka perlukan lagi, dan sebanyak 20 persen lagi mengatakan mereka belum memberikan apa pun.

Hampir dua-pertiga --58 persen-- mengatakan mereka telah memberikan kurang dari 10 persen barang mereka.

Orang dengan penghasilan paling rendah adalah yang paling kurang mungkin untuk memberikan apa pun dan orang yang sering menghadiri kegiatan agama adalah yang paling mungkin untuk melepaskan harta mereka dibandingkan dengan yang lain. ant/ahi

Posted at 09:21 am by revoltneverdie
Make a comment  

Jul 17, 2009
Israel Akan Akui 3.000 Imigran Ethiopia Jika Yahudi

Israel Akan Akui 3.000 Imigran Ethiopia Jika Yahudi

Jerusalem (ANTARA News/Reuters) - Israel telah mengirim beberapa utusan ke Ethiopia untuk menguji permintaan 3.000 warga Ethiopia yang mengklaim sebagai keturunan Yahudi dan sedang menunggu di kamp-kamp transito untuk berimigrasi ke Israel, seorang pejabat mengatakan, Kamis.

Sekitar 100.000 orang Yahudi dari Ethiopia telah tinggal di Israel. Banyak dari mereka yang tiba dalam penerbangan pada 1980-an dan 1990-an pada waktu kelaparan dan perselisihan politik di Ethiopia.

Ribuan orang lagi orang Falash Mura, yang menyatakan mereka telah dipaksa masuk Kristen di Ethiopia, juga telah berimigrasi dalam kelompok-kelompok kecil, tapi Israel telah menghentikan sebagian besar aliran itu sekitar dua tahun lalu.

Menteri dalam Negeri Eli Yishai dari partai Orthodok Shas berusaha untuk memperbarui aliran orang dari Ethiopia dalam upaya untuk membawa kira-kira 8.700 orang yang tinggal di kamp-kamp transito yang jorok selama beberapa tahun ke negara Yahudi itu, beberapa pejabat mengatakan.

Roi Lachmanovitch, seorang jurubicara Yishai, mengatakan kementerian itu telah mengirim tiga pejabat, dua dari kementerian tersebut dan satu dari badan Yahudi pemerintah, ke Ethiopia Rabu, untuk memeriksa pemenuhan syarat bagi imigrasi 3.000 orang.

"Yishai menganggap penting untuk membawa semua orang Yahudi, termasuk orang-orang yang surat-surat kepercayaannya mungkin diragukan, ke Israel dan sangat buruk jika itu tidak terjadi," kata Lachmanovitch.

Yishai merencanakan untuk minta kabinet Israel untuk membolehkan sebagian besar dari 8.700 orang yang sedang menunggu visa untuk berimigrasi itu, menetapkan mereka telah memenuhi kualifikasi pemenuhan syarat dan membuktikan latar belakang Yahudi mereka, kata seorang pejabat.

Israel, yang menentukan sendiri sebagai negara Yahudi, pada umumnya mendukung imigrasi orang Yahudi dan mensubsidi banyak pendatang baru untuk membantu menjamim Yahudi tetap mayoritas di negara tempat sekitar 20 persen penduduknya adalah orang Arab.

Kelompok-kelompok imigran di Israel telah lama memprotes penangguhan dalam mengizinkan Falash Mura untuk datang, dan mengatakan kelompok itu telah memisahkan banyak keluarga yang familinya telah meninggal.

"Kami meyambut baik dibukanya kembali pintu, meski tondakan itu belum memecahkan semua masalah," kata Abraham Neguise, direktur South Wing to Zion, sebuah kelompok kepenasehatan Ethiopia.

Neguise mengatakan ada laporan-laporan belakanga ini mengenai penderitaan medis di kamp-kamp transito di daerah Gondar di Ethiopia.

Israel memberi kewarganegaraan otomatis pada orang-orang Yahudi yang berimigrasi. Sebagian besar orang Falash Mura harus menjalani ritual perubahan (agama) sebelum menerima kartu penduduk.(*)


Posted at 04:38 am by revoltneverdie
Make a comment  

Xinjiang Berdarah, Ummat Digugah


Xinjiang Berdarah, Ummat Digugah

Kaum Muslimin di Cina, tepatnya di daerah Xinjiang, China barat laut tewas mengenaskan dibantai oleh suku Han China. Jumlah korban kekejian ini diperkirakan mencapai 600 hingga 800 orang. Pimpinan Kongres Uighur (Muslim di China), Dunia, Asgar Can, menyatakan: “Orang yang bertanggung jawab atas serangan ini adalah Wang Leguan, Kepala Partai Komunis Xinjiang, dan juga kebijakan pemerintah,” katanya. Seperti apa kekejaman pemerintah Komunis China ini memperlakukan minoritas kaum Muslimin di China ? Bantuan apa yang harus diberikan oleh kaum Muslimin saat ini ? Berikut kami postingkan kembali artikel tentang Muslim di China!

Apabila mereka (umat Islam) meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan (dikarenakan adanya invansi, dan sejenisnya) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan. “ (QS.8:72)

14 Abad yang lalu Islam datang ke tanah Cina, pada masa pemerintahan Kholifah Ustman ibn Affan (ra), beliau mengirimkan sebuah delegasi di bawah komando Sa’ad ibn Abi Waqqas (ra), paman Nabi (dari garis ibu) ke Cina. Jarak yang ditempuh sekitar 5000 mil mengemban tugas untuk menyebarkan pesan tauhid (agama Islam) ke daerah kekuasaan Cina dan masyarakat cina yang pada waktu itu menganut kepercayaan paganisme. Utusan tersebut berlayar menuju Cina melalui lautan India dan laut Cina sampai di daerah Portugal dari Guangzhou, mereka kemudian berjalan melewati Chang’an (saat ini dikenal dengan Xi’an), perjalanan mereka dikemudian hari dikenal dengan nama Jalur Sutra.

Negara-negara yang terlewati dengan jalur tersebut didakwahi dengan Islam, sehingga orang-orang Muslim tersebar ke setiap bagian Cina, akan tetapi kebanyakan dari mereka bertempat tinggal di Cina bagian barat. Jumlah tertinggi dari ummat Muslim baru-baru ini dapat ditemukan di Xinjiang, Gansu, Ningxia, Yunan dan propinsi Henan. Saat ini jumlah ummat Muslim yang hidup di Cina sekitar 150 juta orang, dengan jumlah masjid lebih dari 30 ribu masjid.

Hari ini, dengan sengaja dan sistematik rezim Cina menyembunyikan keadaan buruk ummat Muslim yang pada kenyataannya berada dalam kondisi disiksa, dianiaya, dan didzolimi. Secara historis rezim buatan manusia ini (Republik Rakyat Cina) secara dahsyat telah memiliki sistem jahat yang tersistematis untuk membersihkan negaranya dari orang-orang Muslim. Berikut rekam sejarah kekejaman rezim Cina kepada Muslim:

  1. Antara tahun 1949 dan 1965, di bawah rezim komunis Mao, ummat Muslim yang tinggal di Barat laut Cina sejumlah kurang lebih 26 juta Muslim dibunuh oleh tentara Cina atau mati kelaparan karena ulah dari rezim.

  2. Tahun 1964, peraturan Cina menggunakan orang-orang Muslim di propinsi Xiang untuk percobaan nuklir sebagai akibatnya, orang-orang di daerah tersebut ditemukan meninggal karena penyakit dan lebih dari 20.000 anak-anak dilahirkan cacat. 210.000 orang-orang Muslim kehilangan hidup mereka sebagai akibat dari percobaan nuklir tersebut dan ribuan lainnya mengidap kanker atau lumpuh.

  3. Sejak tahun 1966, 10.000 orang Muslim ditahan, ditawan di camp-camp selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun mendekam sebagai tahanan di penjara Cina, disiksa dengan kejam hanya kerena mereka ingin hidup dengan hukum agama mereka yaitu Islam.

  4. Antara tahun 1995-1997 lebih dari 500.000 orang muslim ditahan tanpa alasan oleh penguasa Cina. Selama periode yang sama lebih dari 5.000 orang meninggal akibat dari siksaan oleh rezim Cina atau dinyatakan hilang. 119 pemuda Muslim dieksekusi secara terbuka dan 5000 muslim ditelanjangi dan diletakkan dihadapan publik untuk dipertontonkan kepada 50 grup/kelompok.

  5. Kebijakan rasisme dan pembunuhan masal terus berlangsung sampai abad ke 21:

  • Wanita Muslim yang hamil tua, diambil dari rumah-rumah mereka dan dipaksa untuk disterilkan/dimandulkan dibawah kondisi yang tidak higienis (tidak bersih) dan anak-anak yang dilahirkan di luar kuota pemerintah dibunuh.
  • Di sekolah-sekolah pemerintah guru-guru wanita Muslim dilarang memakai kerudung  dan guru laki-laki Muslim harus memotong jenggot mereka.
  • Masjid-masjid dihancurkan secara bertahap.
  • Murid-murid Muslim dengan sengaja disediakan makan siang selama bulan Ramadan sebagai bujukan untuk membatalkan puasa di siang hari.
  • Penduduk Muslim diminta untuk tinggal di rumah-rumah mereka pada jam-jam sholat dan dilarang membawa Al-Qur’an pada waktu kerja.
  • Siaran radio yang berisi ceramah-ceramah Islam di Masjd dilarang.
  • Hampir setiap Masjid di Cina dipasang tanda peringatan larangan untuk sholat rutin berjamaah bagi mereka yang berumur kurang dari 18 tahun.
  • Petani-petani Muslim menjual hasil panen mereka kepada agen-agen pemerintah di bawah harga standar karena mereka dilarang menjual ke pasar secara bebas, adapun penduduk Han (penduduk asli Cina) diperbolehkan berdagang tanpa campur tangan pemerintah.

Di bulan Agustus 2006, polisi masuk secara paksa ke rumah wanita Muslim Aminan Momixi ketika dia mengajar Al-Qur’an kepada 37 muridnya,  dia ditahan dan murid-muridnya yang terdiri dari anak-anak yang berusia sangat muda sekitar 7 tahunan juga ikut ditahan. Beberapa anak tidak dibebaskan hingga orang tua mereka membayar denda yang berkisar 7000-10.000 yuan (renmibi), padahal gaji rata-rata setiap tahun untuk seorang Muslim berkisar antara 2400 yuan.

Pada minggu terakhir terjadi serangan yang mematikan di sebuah pos polisi disebabkan banyaknya problem atas pelayanan keamanan Cina khususnya berkaitan atas tindakan rezim terhadap Muslim minoritas. Kelompok Mujahidin (yang berada di Turkistan Timur) berada di belakang operasi tersebut melontarkan kasus-kasus Muslim agar menjadi pusat perhatian dunia dan berusaha mengungkap kejahatan rezim Cina, juga menuntut tegaknya negara Islam di Cina atau kekhilafahan di Cina.

Bukan hal yang mengherankan lagi jika seruan serupapun timbul untuk tegaknya sistem kekhilafahan secara internasional oleh ummat Muslim yang ada di Burma, Kasymir, Kazakhstan, Kyrgyztan, Mongolia, Nepal dan Tibet, semua negara tersebut berbatasan dengan Cina atau mereka dapat dikatakan bertetangga. Sistem kekhilafahan ini bukan isapan jempol belaka dari sebuah imajinasi atau hayalan akan tetapi sistem ini telah tegak selama 1302 tahun dimana orang-orang (Muslim maupun non muslim) hidup di bawah hukum-hukum Allah (SWT) dengan damai, keamanan mereka terjaga dan semua kebutuhan dasarnya tersedia dengan harga yang umum.

Seorang muslim di Cina mengatakan, “Jika kamu mengatakan atau bercerita sedikit tentang rezim Cina maka mereka akan memotong lenganmu dan jika kamu bercerita banyak maka mereka akan membunuhmu.”, Muslim yang lain mengatakan, “Jika kamu mengatakan kebenaran tentang mereka (rezim Cina) maka mereka akan memotong keluar lidah saya.” Semua penyiksaan ini yang terjadi di Cina atas orang-orang Muslim (laki-laki, wanita dan anak-anak) maka itu adalah tanggung jawab dan kewajiban orang-orang Muslim seluruhnya secara global untuk membantu satu sama lain dalam rangka membebaskan diri kita sendiri dari belenggu hukum dan kekuasaan manusia.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

‘Umat Muslim adalah satu ummat satu sama lain tanah mereka adalah satu, perang mereka adalah satu, perdamaian mereka adalah satu dan kebenaran mereka adalah satu.’ (HR. Muslim).

Jadi baik ummat Muslim yang hidup di Cina atau di manapun, kita berkewajiban untuk mendukung mereka sebab Allah (SWT) menyatakan kepada kita dalam Al-Qur’an al Karim :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Anfaal: 72).


Posted at 04:36 am by revoltneverdie
Make a comment  

Jul 2, 2009
FIGUR MUSLIM BANTU KEPOLISIAN LA PAHAMI ISLAM



FIGUR MUSLIM BANTU KEPOLISIAN LA PAHAMI ISLAM

By Republika Newsroom

LOS ANGELES— Demi meningkatkan hubungan yang telah lama menegang dengan komunitas Muslim, Polisi kota Los Angeles telah menunjuk, pimpinan Muslim yang akan membantu mengedukasi petugas kepolisian untuk menghapus sterotip negatif mendalam terhadap kaum minoritas setelah WTC 11 September. Penunjukkan itu merupakan pertama kalinya yang pernah ada di sejarah kepolisian Paman Sam.

"Para petugas tidak paham tentang Islam atau komunitas Islam di Los Angeles," ujar Letnan Mark Stainbrook, yang bertanggung jawab mengawasi proses penjembatanan komunitas untuk biro intelijen kriminal dan konter-terorisme Departeen Kepolisian LA, seperti yang dikutip Los Angeles Times, (29/6).

Pemimpin LAPD meyakini, Sheikh Qazi Asad, imigran kelahiran Pakistan yang ditunjuk itu, akan mampu menjadi sumber bernilai bagi informasi para petugas yang ingin tahu lebih banyak tentang Muslim dan keyakinan mereka.

Mereka melihat statusnya sebagai figur komunitas sebagai kesempatan untuk membuat petugas terbuka dengan budaya dan sebuah agama yang masih belum diakrabi, bahkan oleh orang asing. "Ia akan menjadi orang yang tepat untuk mengedukasi petugas masalah tersebut," ujar Letnat Stainbrook.

Pemimpin LAPD juga berharap Asad akan mengembalikan citra satuan kepolisian setelah  masa penuh kritikan di tahun 2007. Tahun itu, polisi LA merencanakan, untuk memetakan wilayah berpopulasi Muslim, di mana Muslim diprofilkan untuk ditarget terkait tindakan konter-terorisme.

Rencana itu akhirnya batal dilakukan setelah aksi protes gencar selama seminggu. Ada sekitar 500 ribu Muslim di Los Angeles, kota dengan konsentrasi Muslim terbesar kedua di Amerika Serikat setelah Kota New York

Pemimpin Muslim pun juga sama optimis, jika Asad akan meningkatkan ikatan yang memburuk cukup lama selama ini. "Posisi itu membutuhkan seseorang yang memiliki pengetahuan dasar dan kemampuan untuk merangkul orang bersama-sama." ujar direktur eksekutif, Dewan Hubungan Amerika-Islami (CAIR), di Kalifornia Selatan.

"Dan saya pikir Asad memiliki kemampuan itu," ujarnya. Asad sendiri memiliki sejarah membangun jembatan antara polisi dan komunitas Muslim lokal.

"Itu tidak mengejutkan saya, melihat LAPD hendak merangkul Asad dan memberi ia kesempatan untuk meneruskan pekerjaannya," ujar Sherrif Wilayah Los Angeles, Lee Baca. Asad kini menjadi kepala Dewan Pimpinan Antar-Keyakinan Muslim di Amerika, yang saat ini berafiliasi dengan Departemen Sherrif.

Bearded Asad, 47 tahun, berencana untuk mengenakan pakaian tradisional Pakistan bila memungkinkan. Sesuatu yang ia tahu akan mengejutkan para petugas, melihatnya berpakaian seperti itu di kantor kepolisian.

"Itu butuh waktu bagi mereka beradaptasi," ujarnya seperti yang dikutip oleh LA Times, (29/6). Riset terbaru yang dilakukan oleh Pusat Riset Pew dan poling Forum Pew menunjukkan jika mayoritas masyarakat Amerika hanya tahu sedikit tentang Islam.

Saat ia tiba di Amerika 23 tahun lalu, Asad tidak membawa uang sepeser pun dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang minim. Ia belajar utuk berbicara di negara barunya dengan mengambil kursus di kampus lokal dan rajin menonton siaran berita di televisi.

Setelah menghabiskan beberapa tahun bekerja di asuransi, Asad mulai melayani sebagai penasihat keagamaan bagi para Muslim. Hingga tragedi WTC 11 September, ia semakin terlibat dengan semangat besar, untuk memperkuat pemahaman antara Muslim dan non-Muslim di lingkungannya.

Tak lama setelah serangan, Sherrif Baca meminta Asad untuk bergabung dengan konferensi berita, di mana petugas dan pemimpin komunits mendemonstrasikan solidaritas mereka dengan minoritas, yang menderita dampak terburuk setelah serangan.

Kemudian ia diminta bergabung dengan Dewan Pemimpin Agama Eksekutif Sherrif. Asad pun membawa lusinan Muslim Amerika lain bersamanya ke dalam Dewan tersebut, dan mengejar tujuannya, memantapkan kepercayaan antara komunitasnya dan masyarakat lebih luas.

"Kita perlu membentuk komunikasi yang baik, di mana kedua belah pihak dapat berbicara satu sama lain," yakin Asad. "Ini hanyalah pintu pembukaan pertama," (itz)



Posted at 07:09 am by revoltneverdie
Make a comment  

AS TERUS AWASI KETAT MUSLIM & ARAB



AS TERUS AWASI KETAT MUSLIM & ARAB

By Republika Newsroom

NEW YORK--Penargetan berdasar ras dan agama makin meluas di Paman Sam. Pihak berwenang di Amerika juga tak menampakkan tanda-tanda berhenti melakukan kebijakan tersebut, menjadikan Muslim dan orang Arab memikul dampak terburuk.

Kondisi tersebut diungkap oleh dua organisasi hak asasi manusia di AS, Perserikatan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) dan Grup Pekerja Kebenaran (RWV), yang mendesak pemerintah Obama untuk segera menghentikan pemeriksaan ketat dan penargetan kaum minoritas tersebut. Hal itu, menurut ACLU dan RWG, wajib dilakukan bila AS ingin benar-benar menegakkan penghormatan hak asasi.

"Praktik penargetan berdasar ras oleh para penegak hukum di tingkat federal, negara bagian lokal, menyebarkan masalah di penjuru AS," demikian kesimpulan dalam laporan yang ditulis oleh kedua organisasi yang dirilis Rabu (1/7) di New York.

Laporan tersebut, yang juga dikirimkan ke Komite PBB untuk Penghilangan Diskriminasi Rasial (CERD) menemukan jika Amerika masih melakukan praktik penahan terhadap ribuan orang setiap hari. Alasan penahanan semata-mata kecurigaan terkait ras, keagamaan, dan nasionalitas.

"Data dan informasi dari penjuru negara mengungkapkan jika minoritas ras tetap menjadi korban ketidakadilan pemerintah," bunyi laporan. "Pihak berwenang menginvestigasi, menghentikan, menginterogasi, menggeledah mereka hanya berdasar subjektifitas karakter identitas mereka," lanjut laporan tersebut.

"Korban juga terus ditarget secara ras dan etnis ketika mereka di tempat kerja, mengemudi, di  toko, beribadah, di perjalanan, dan bahkan ketika berdiri di jalan sekali pun,". Laporan memperingatkan jika penargetan macam itu terus berlanjut, akan mempengaruhi hidup jutaan orang di komunitas Afrika-Amerika, Asia, Latin, Asia Selatan dan Arab.

Di dalamnya juga menyebut beberapa contoh, termasuk kasus Januari lalu, satu keluarga Muslim dipindah dari penerbangan domestik ke Orlando, Florida. Itu terjadi hanya karena salah satu penumpang mendengar keluarga itu bercakap-cakap tentang kursi "paling aman" di pesawat.

Raed Jarrar, warga AS kelahiran Irak juga dilarang melakukan penerbangan domestik karena mengenakan kaus berbunyi "We Will Not Be Silent" dalam bahasa Inggris dan Arab. Laporan ACLU menyatakan itu hanyalah sebagian kecil persoalan besar yang tampil ke permukaan, penderitaan yang dialami kaum minoritas. "Bermacam contoh tambahan, tanpa diragukan, ada lebih banyak lagi," tulis dalam laporan.

Warisan Pemerintah Bush

ACLU dan RWG menyalahkan sikap prasangka pihak berwenang terhadap minoritas dan kebijakan yang masih diadopsi dari pemerintahan George W. Bush terdahulu. "Pemerintahan Obama mewarisi aturan penargetan rasial yang memalukan. Hal itu tercantum dalam panduan resmi FBI dan progam pendaftaran warga sipil resmi yang memperlakukan Arab dan Muslim sebagai tersangka serta menolak praduga tak bersalah atas mereka," masih dalam laporan ACLU.

Kedua organisasi tesebut menyatakan, di dalam sesi dengar pendapat di depan Kongres, tak lama sebelum tragedi WTC, Bush menyatakan penargetan rasial adalah "salah". "Sayangnya retorika pemerintah Bush, tidak mirip dengan praktek di lapangan,"

Ribuan Muslim dan Arab sering dikumpulkan, diinterogasi, dan dimata-matai di Paman Sam dalam minggu-minggu dan bulan-bulan setelah serangan WTC 11 September. Beberapa tahanan, setelah mereka dibebaskan, bahkan menggugat balik pemerintahan atas tindakan tidak manusiawi dan pemutusan komunikasi dari dunia luar di pusat penahanan. (iol/itz)



Posted at 07:00 am by revoltneverdie
Make a comment  

Jun 19, 2009
MUBARAK : KINI SAAT TEPAT PERUNDINGAN ARAB-ISRAEL



MUBARAK : KINI SAAT TEPAT PERUNDINGAN ARAB-ISRAEL

KAIRO, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan kembali bahwa kepemimpinan AS di Timur Tengah memberikan kesempatan yang jarang untuk mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Demikian diungkapkan Presiden Mesir Hosni Mubarak dalam tajuk di surat kabar The Wall Street Journal, Jumat (19/6). Mubarak mengatakan Obama bersedia untuk membimbing ke arah pencapaian perdamaian di Arab.

"Suatu penyelesaian bersejarah kini dalam upaya untuk diwujudkan, yang satu akan memberikan negara kepada rakyat Palestina, serta kebebasan dari pendudukan, sedangkan Israel mendapatkan pengakuan dan keamanan untuk hidup dalam damai," tulis Mubarak.

"Mesir bersikap siap untuk menjemput kesempatan ini, dan saya yakin bahwa dunia Arab akan melakukan hal yang sama," katanya.

Pemerintahan Bush menunggu sampai tahun terakhir dalam jabatannya untuk melakukan upaya perdamaian Israel-Palestina, dan mendapat kecaman oleh banyak negara Arab karena berbuat terlalu sedikit dan juga lambat.

Utusan Timur Tengah Obama, George Mitchell, telah bertolak empat kali ke kawasan Timur Tengah dalam tahun ini, dalam rangka menghidupkan kembali perundingan-perundingan perdamaian Israel-Palestina. Perundingan-perundingan tersebut terhenti setelah serangan Israel terhadap Gaza yang dikuasai Hamas pada Desember lalu.

Pada awal pekan ini, Mitchell dengan optimistis mempersiapkan perundingan-perundingan yang diharapkan berkembang sepenuhnya dalam waktu dekat, meskipun menghadapi hambatan sengketa berkaitan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat, yang mereka duduki sejak perang Arab-Israel pada tahun 1967.

"Israel tak henti-hentinya melakukan perluasan permukiman, yang merusak serius prospek-prospek solusi dua negara, bersama dengan penutupan Gaza," kata Mubarak, yang merujuk pada pemblokadean Israel terhadap Gaza yang dikuasai oleh kelompok Hamas.

Mesir telah berusaha untuk memprakarsai kesepakatan bagi-kekuasaan antara Pemerintah Palestina yang dipimpin Fatah dan Hamas. Mubarak mengatakan bahwa rakyat Palestina harus bisa mengatasi perbedaan-perbedaan mereka sendiri untuk mencapai aspirasi mereka dalam membentuk negara.

Dia mengatakan, jika Israel melakukan ’langkah-langkah serius’ ke arah perdamaian dengan Palestina, dunia Arab akan melakukan hal yang sama. "Prioritas hendaknya memecahkan dulu perbatasan-perbatasan permanen dari suatu kedaulatan dan wilayah negara Palestina, berdasarkan sebelum perang 1976. Ini akan membuka kunci banyak persoalan status permanen lain, termasuk permukiman, keamanan, air, dan Jerusalem," kata Mubarak.

Mubarak memuji pidato Obama di Kairo pada awal bulan ini dan mengatakan bahwa hal itu merupakan titik balik dalam hubungan-hubungan AS dengan dunia Muslim. Namun, dia juga menegaskan bahwa hal itu hendaknya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah maju ke depan.

Obama dikecam oleh beberapa kelompok hak asasi manusia (HAM) karena memilih Kairo sebagai tempat penyampaian pidatonya karena penegakan HAM di Mesir dianggap buruk. Mubarak mengatakan, Mesir telah melaksanakan reformasi-reformasi, tetapi memang masih banyak yang harus dilakukan.



Posted at 06:36 am by revoltneverdie
Make a comment  

Next Page