Photobucket
Photobucket
Photobucket
Flame Logo - http://www.flamewordmaker.com

Fire Name
sistem apakah yg ideal menurut kamu yg pantas memimpin dunia ini?
demokrasi
federasi
kerajaan
teokrasi
monarki
khilafah
  
pollcode.com free polls
NO COPYRIGHTS!!!
| HOME | RND ZINE | RESIST | GALERI | KONTAK | FORUM |


dalam hitamnya pekat malam, dalam keheningan malam... revolusi tidak akan pernah mati selamanya...

<< June 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30

Apakah sistem Demokrasi masih relevan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat saat ini (berikan alasan)??
Sangat Yakin
Yakin
Ragu-ragu
Tidak Yakin
Sangat Tidak Yakin
  
pollcode.com free polls
tracker
Search Engine Optimization Photobucket
Photobucket

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Jun 13, 2009
PANGLIMA BARU AS MENGUBAH SIASAT PERANG AFGANISTAN



PANGLIMA BARU AS MENGUBAH SIASAT PERANG AFGANISTAN

LONDON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat berencana untuk mengkaji ulang strateginya di Afghanistan sebagai respon atas kemarahan yang meluas mengenai tingginya jumlah warga sipil yang menjadi korban serangan mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh panglima AS pada Jumat (12/6).

Letnan Jenderal Stanley McChrystal mengatakan bahwa ia akan fokus dalam menyeimbangkan pengaruh taktis operasi jangka pendek dengan efek strategi jangka panjang, sembari menekankan bahwa melindungi penduduk merupakan salah satu fokus utama dalam memperoleh keseimbangan tersebut.

"Satu hal yang akan kami lakukan adalah mengkaji ulang semua aturan perang dan semua instruksi terhadap masing-masing unit, dengan penekanan bahwa kami berperang untuk penduduk dan terlibat dalam melindung mereka dari musuh maupun dari operasi kami sendiri," kata McChrystal pada BBC.

"Kami tahu bahwa meskipun operasi dilakukan dengan alasan yang benar namun memiliki dampak negatif, hal tersebut dapt memberikan pengaruh yang negatif pula bagi semua pihak."

McChrystal, mantan panglima pasukan khusus di Irak, akan mengambil komando atas 56.000 pasukan AS dan 33.000 tentara NATO dari berbagai negara, menggantikan Jenderal David McKiernan, yang diberhentikan bulan lalu.

Tingginya jumlah korban sipil akibat serangan AS ini menjadi isu yang cukup sensitif dimana pimpinan munafik Afghanistan maupun penduduk lokal, juga komunitas internasional, menentang keras dan melemparkan kritik yang tajam terhadap militer AS, sang polisi dunia.

Sebuah serangan udara bulan lalu di barat Afghanistan menewaskan warga sipil dalam jumlah terbesar. AS mengklaim bahwa korban yang tewas akibat serangannya hanya 20-35 orang saja. Sedangkan kenyataannya, korban sipil yang tewas akibat kebrutalan militernya berjumlah sekitar 150 jiwa.

"Hal terpenting bagi kami saat ini adalah melindungi rakyat Afghan sehingga mereka kemudian kembali memihak pemerintahnya yang legal dan efektif," lanjut McChrystal mengenai prioritasnya.

"Sehingga jika kami memenangkan usaha (peperangan di Afghanistan) ini, hal itu terjadi karena kami melindungi penduduk dan sehingga usaha untuk menyerah musuh akan menjadi upaya untuk mendukung prioritas tersebut (merebut simpati publik)."

Saat ditanya mengenai pasukan tambahan yang dikirim ke Afghanistan, ia hanya menjawab bahwa semua usaha akan ditujukan untuk mencegah kebangkitan kembalinya kelompok mujahidin Taliban dan al-Qaeda. (Althaf/reuters/arrahmah.com)


Posted at 06:37 am by revoltneverdie

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry