Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Flame Logo - http://www.flamewordmaker.com

Fire Name
sistem apakah yg ideal menurut kamu yg pantas memimpin dunia ini?
demokrasi
federasi
kerajaan
teokrasi
monarki
khilafah
  
pollcode.com free polls
NO COPYRIGHTS!!!
| HOME | RND ZINE | RESIST | GALERI | KONTAK | FORUM |


dalam hitamnya pekat malam, dalam keheningan malam... revolusi tidak akan pernah mati selamanya...

<< June 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30

Apakah sistem Demokrasi masih relevan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat saat ini (berikan alasan)??
Sangat Yakin
Yakin
Ragu-ragu
Tidak Yakin
Sangat Tidak Yakin
  
pollcode.com free polls
tracker
Search Engine Optimization Photobucket
Photobucket

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Jun 19, 2009
MUBARAK : KINI SAAT TEPAT PERUNDINGAN ARAB-ISRAEL



MUBARAK : KINI SAAT TEPAT PERUNDINGAN ARAB-ISRAEL

KAIRO, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan kembali bahwa kepemimpinan AS di Timur Tengah memberikan kesempatan yang jarang untuk mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Demikian diungkapkan Presiden Mesir Hosni Mubarak dalam tajuk di surat kabar The Wall Street Journal, Jumat (19/6). Mubarak mengatakan Obama bersedia untuk membimbing ke arah pencapaian perdamaian di Arab.

"Suatu penyelesaian bersejarah kini dalam upaya untuk diwujudkan, yang satu akan memberikan negara kepada rakyat Palestina, serta kebebasan dari pendudukan, sedangkan Israel mendapatkan pengakuan dan keamanan untuk hidup dalam damai," tulis Mubarak.

"Mesir bersikap siap untuk menjemput kesempatan ini, dan saya yakin bahwa dunia Arab akan melakukan hal yang sama," katanya.

Pemerintahan Bush menunggu sampai tahun terakhir dalam jabatannya untuk melakukan upaya perdamaian Israel-Palestina, dan mendapat kecaman oleh banyak negara Arab karena berbuat terlalu sedikit dan juga lambat.

Utusan Timur Tengah Obama, George Mitchell, telah bertolak empat kali ke kawasan Timur Tengah dalam tahun ini, dalam rangka menghidupkan kembali perundingan-perundingan perdamaian Israel-Palestina. Perundingan-perundingan tersebut terhenti setelah serangan Israel terhadap Gaza yang dikuasai Hamas pada Desember lalu.

Pada awal pekan ini, Mitchell dengan optimistis mempersiapkan perundingan-perundingan yang diharapkan berkembang sepenuhnya dalam waktu dekat, meskipun menghadapi hambatan sengketa berkaitan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat, yang mereka duduki sejak perang Arab-Israel pada tahun 1967.

"Israel tak henti-hentinya melakukan perluasan permukiman, yang merusak serius prospek-prospek solusi dua negara, bersama dengan penutupan Gaza," kata Mubarak, yang merujuk pada pemblokadean Israel terhadap Gaza yang dikuasai oleh kelompok Hamas.

Mesir telah berusaha untuk memprakarsai kesepakatan bagi-kekuasaan antara Pemerintah Palestina yang dipimpin Fatah dan Hamas. Mubarak mengatakan bahwa rakyat Palestina harus bisa mengatasi perbedaan-perbedaan mereka sendiri untuk mencapai aspirasi mereka dalam membentuk negara.

Dia mengatakan, jika Israel melakukan ’langkah-langkah serius’ ke arah perdamaian dengan Palestina, dunia Arab akan melakukan hal yang sama. "Prioritas hendaknya memecahkan dulu perbatasan-perbatasan permanen dari suatu kedaulatan dan wilayah negara Palestina, berdasarkan sebelum perang 1976. Ini akan membuka kunci banyak persoalan status permanen lain, termasuk permukiman, keamanan, air, dan Jerusalem," kata Mubarak.

Mubarak memuji pidato Obama di Kairo pada awal bulan ini dan mengatakan bahwa hal itu merupakan titik balik dalam hubungan-hubungan AS dengan dunia Muslim. Namun, dia juga menegaskan bahwa hal itu hendaknya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah maju ke depan.

Obama dikecam oleh beberapa kelompok hak asasi manusia (HAM) karena memilih Kairo sebagai tempat penyampaian pidatonya karena penegakan HAM di Mesir dianggap buruk. Mubarak mengatakan, Mesir telah melaksanakan reformasi-reformasi, tetapi memang masih banyak yang harus dilakukan.


Posted at 06:36 am by revoltneverdie

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry