LOS ANGELES— Demi
meningkatkan hubungan yang telah lama menegang dengan komunitas Muslim, Polisi kotaLos Angeles
telah menunjuk, pimpinan Muslim yang akan membantu mengedukasi petugas
kepolisian untuk menghapus sterotip negatif mendalam terhadap kaum minoritas
setelah WTC 11 September. Penunjukkan itu merupakan pertama kalinya yang pernah
ada di sejarah kepolisian Paman Sam.
"Para petugas
tidak paham tentang Islam atau komunitas Islam di Los Angeles," ujar Letnan Mark
Stainbrook, yang bertanggung jawab mengawasi proses penjembatanan komunitas
untuk biro intelijen kriminal dan konter-terorisme Departeen Kepolisian LA,
seperti yang dikutip Los Angeles Times, (29/6).
Pemimpin LAPD
meyakini, Sheikh Qazi Asad, imigran kelahiran Pakistan yang ditunjuk itu, akan
mampu menjadi sumber bernilai bagi informasi para petugas yang ingin tahu lebih
banyak tentang Muslim dan keyakinan mereka.
Mereka melihat
statusnya sebagai figur komunitas sebagai kesempatan untuk membuat petugas
terbuka dengan budaya dan sebuah agama yang masih belum diakrabi, bahkan oleh
orang asing. "Ia akan menjadi orang yang tepat untuk mengedukasi petugas
masalah tersebut," ujar Letnat Stainbrook.
Pemimpin LAPD juga
berharap Asad akan mengembalikan citra satuan kepolisian setelah masa
penuh kritikan di tahun 2007. Tahun itu, polisi LA merencanakan, untuk memetakan
wilayah berpopulasi Muslim, di mana Muslim diprofilkan untuk ditarget terkait
tindakan konter-terorisme.
Rencana itu akhirnya
batal dilakukan setelah aksi protes gencar selama seminggu. Ada
sekitar 500 ribu Muslim di Los Angeles, kota dengan konsentrasi Muslim terbesar kedua di Amerika
Serikat setelah KotaNew York
Pemimpin Muslim pun
juga sama optimis, jika Asad akan meningkatkan ikatan yang memburuk cukup lama
selama ini. "Posisi itu membutuhkan seseorang yang memiliki pengetahuan
dasar dan kemampuan untuk merangkul orang bersama-sama." ujar direktur
eksekutif, Dewan Hubungan Amerika-Islami (CAIR), di Kalifornia Selatan.
"Dan saya pikir
Asad memiliki kemampuan itu," ujarnya. Asad sendiri memiliki sejarah
membangun jembatan antara polisi dan komunitas Muslim lokal.
"Itu tidak
mengejutkan saya, melihat LAPD hendak merangkul Asad dan memberi ia kesempatan
untuk meneruskan pekerjaannya," ujar Sherrif Wilayah Los Angeles, Lee
Baca. Asad kini menjadi kepala Dewan Pimpinan Antar-Keyakinan Muslim di Amerika,
yang saat ini berafiliasi dengan Departemen Sherrif.
Bearded Asad, 47
tahun, berencana untuk mengenakan pakaian tradisional Pakistan bila
memungkinkan. Sesuatu yang ia tahu akan mengejutkan para petugas, melihatnya
berpakaian seperti itu di kantor kepolisian.
"Itu butuh
waktu bagi mereka beradaptasi," ujarnya seperti yang dikutip oleh LA
Times, (29/6). Riset terbaru yang dilakukan oleh Pusat Riset Pew dan poling
Forum Pew menunjukkan jika mayoritas masyarakat Amerika hanya tahu sedikit
tentang Islam.
Saat ia tiba di
Amerika 23 tahun lalu, Asad tidak membawa uang sepeser pun dan memiliki
kemampuan berbahasa Inggris yang minim. Ia belajar utuk berbicara di negara
barunya dengan mengambil kursus di kampus lokal dan rajin menonton siaran
berita di televisi.
Setelah menghabiskan
beberapa tahun bekerja di asuransi, Asad mulai melayani sebagai penasihat
keagamaan bagi para Muslim. Hingga tragedi WTC 11 September, ia semakin
terlibat dengan semangat besar, untuk memperkuat pemahaman antara Muslim dan
non-Muslim di lingkungannya.
Tak lama setelah
serangan, Sherrif Baca meminta Asad untuk bergabung dengan konferensi berita,
di mana petugas dan pemimpin komunits mendemonstrasikan solidaritas mereka
dengan minoritas, yang menderita dampak terburuk setelah serangan.
Kemudian ia diminta
bergabung dengan Dewan Pemimpin Agama Eksekutif Sherrif. Asad pun membawa
lusinan Muslim Amerika lain bersamanya ke dalam Dewan tersebut, dan mengejar
tujuannya, memantapkan kepercayaan antara komunitasnya dan masyarakat lebih
luas.
"Kita perlu
membentuk komunikasi yang baik, di mana kedua belah pihak dapat berbicara satu
sama lain," yakin Asad. "Ini hanyalah pintu pembukaan pertama,"
(itz)