Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Flame Logo - http://www.flamewordmaker.com

Fire Name
sistem apakah yg ideal menurut kamu yg pantas memimpin dunia ini?
demokrasi
federasi
kerajaan
teokrasi
monarki
khilafah
  
pollcode.com free polls
NO COPYRIGHTS!!!
| HOME | RND ZINE | RESIST | GALERI | KONTAK | FORUM |


dalam hitamnya pekat malam, dalam keheningan malam... revolusi tidak akan pernah mati selamanya...

<< September 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30

Apakah sistem Demokrasi masih relevan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat saat ini (berikan alasan)??
Sangat Yakin
Yakin
Ragu-ragu
Tidak Yakin
Sangat Tidak Yakin
  
pollcode.com free polls
tracker
Search Engine Optimization Photobucket
Photobucket

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sep 14, 2009
Datuk Mohammad Nakha’i: Sistem Harus Dilawan dengan Sistem

Datuk Mohammad Nakha’i: Sistem Harus Dilawan dengan Sistem

Dalam acara diskusi Ramadhan yang diselenggarakan Yadmi atau Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia di Gedung Habibie Center Jakarta, cendekiawan muslim asal Malaysia menyatakan bahwa Islam harus ditampilkan dalam bentuk sistem.

”Dakwah harus ditampilkan dalam bentuk peradaban Islam dan berbentuk sebagai sistem alternatif dari sistem yang ada di masyarakat. Dengan begitu, kita melawan sistem dengan sistem. Bukan sekadar cakap (omongan, red),” ujar Datuk Haji Mohammad Nakha’i Haji Ahmad.

Wakil ketua dewan pembina Yadmi ini juga memberikan rumus kesuksesan dakwah. Yaitu, adanya kedekatan antara tiga unsur: pemerintah, intelektual, dan ulama. ”Tiga unsur inilah yang bisa mengawal dakwah di Malaysia dalam rangka pemberdayaan umat,” ujar datuk yang juga aktivis dakwah di Malaysia.

Datuk Mohammad Nakha’i menambahkan, selama ini penjajah selalu ingin menanamkan pengaruhnya di negeri bekas jajahan untuk waktu yang lama. Di antara yang mereka lakukan adalah melemahkan sektor pendidikan, meminderkan umat Islam dengan produk-produk Barat, dan melemahkan kemampuan ekonomi umat.

Sulit kita membangun peradaban Islam, masih menurut Datuk Mohammad Nakha'i, kalau hanya dengan ucapan. Karena dakwah harus memberikan solusi yang dibutuhkan umat. Penerapan ekonomi Islam secara nyata dan kuat harus menjadi satu kesatuan dalam organisasi dakwah.

Selain Datuk Mohammad Nakha'i, hadir sebagai pembicara lain Dr. Tarmidzi Taher. Mantan menteri agama ini menyatakan bahwa dakwah harus tampil baru. Tidak seperti sebelum ini yang terlalu menekankan pada ucapan dengan kalangan terbatas.

"Dakwah harus tampil beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini yang semakin kompleks," ujar Tarmidzi.

Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan dakwah yang integral, menyeluruh, memenuhi seluruh lingkungan masyarakat yang ada. "Begitu banyak lapisan masyarakat yang saat ini, munngkin, belum tersentuh dakwah," tambah dokter yang saat ini aktif memberikan kajian keislaman.

Senada dengan dua pembicara di atas, Ahmad Watik Pratiknya mengungkapkan gagasan solusi agar dakwah bisa lebih berdaya di masyarakat.

"Selama ini, orang berdakwah seperti hit and run. Pukul dan lari. Seorang dai datang menyampaikan ceramah tentang Islam dengan berbagai kekhasan mereka, tanpa memahami terlebih dahulu seperti apa keadaan masyarakat yang didakwahi," papar Ahmad Watik dalam diskusi yang dihadiri tamu dari Malaysia ini.

Menurut Agus Watik,  dakwah tidak bisa dilakukan secara individual. Ia harus dilakukan secara berjamaah. Harus ada diagnosis masyarakat yang akan dihadapi. Dan terlebih lagi, dakwah harus memberikan pemberdayaan secara ekonomi buat umat.

"Problemnya, saat ini justru tidak sedikit para dai yang dibayar oleh umat yang mengundangnya. Tak ubahnya seperti selebritis. Punya manajer dan sebagainya," ujar Agus Watik.

Agus Watik menambahkan, dakwah harus mengangkat kedha'ifan umat dari berbagai sudutnya. Mulai dari kedhaifan material, aset, psikologis dan akses. "Karena itu, kita harus mereka ulang format dakwah kaum dhuafa yang mayoritas di negeri ini." (Indah)

Posted at 07:38 am by revoltneverdie

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry