Photobucket
Photobucket
Photobucket
Flame Logo - http://www.flamewordmaker.com

Fire Name
sistem apakah yg ideal menurut kamu yg pantas memimpin dunia ini?
demokrasi
federasi
kerajaan
teokrasi
monarki
khilafah
  
pollcode.com free polls
NO COPYRIGHTS!!!
| HOME | RND ZINE | RESIST | GALERI | KONTAK | FORUM |


dalam hitamnya pekat malam, dalam keheningan malam... revolusi tidak akan pernah mati selamanya...

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

Apakah sistem Demokrasi masih relevan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat saat ini (berikan alasan)??
Sangat Yakin
Yakin
Ragu-ragu
Tidak Yakin
Sangat Tidak Yakin
  
pollcode.com free polls
tracker
Search Engine Optimization Photobucket
Photobucket

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Jun 19, 2009
SERUAN TATA DUNIA BARU DARI PETERSBURG


SERUAN TATA DUNIA BARU DARI PETERSBURG

KOMPAS.com - Meski bukan forum pengambil keputusan, pertemuan International Economic Forum yang berlangsung di Petersburg, salah satu kota terindah di dunia di Rusia, 4-6 Juni, ikut menggoreskan sejarah penting bagi peletakan landasan pembentukan peta geopolitik dan ekonomi global baru pascakrisis.

Pada forum yang dihadiri 5 pemimpin negara, 35 menteri, 271 anggota delegasi dari 73 negara, dan 693 perwakilan dunia usaha dari 83 negara, Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyerukan kepada China, Rusia, dan India untuk bersama membangun tata dunia baru yang lebih multipolar dan lebih adil serta pembentukan mata uang global cadangan devisa (reserve currency) baru pengganti dollar AS.

Sistem unipolar yang secara artifisial bertahan selama ini, menurut Medvedev, didasarkan pada ”satu pusat besar konsumsi, dibiayai dengan defisit yang angkanya terus membengkak, dengan konsekuensi utang yang juga terus membesar, satu mata uang cadangan devisa yang sangat kuat, dan satu sistem penilaian aset dan risiko yang sangat dominan”. Sistem seperti ini terbukti gagal dan sebagai konsekuensinya menyeret seluruh perekonomian dunia dalam krisis. Rasanya tak perlu repot-repot menebak, pernyataan ini jelas ditujukan pada sistem ekonomi pasar di bawah kendali Amerika Serikat.

”Apa yang kita perlukan sekarang ini adalah kelembagaan finansial yang sepenuhnya baru, di mana tidak ada dominasi dari isu dan motif politik tertentu atau negara-negara tertentu,” ujarnya. Medvedev pada sesi itu juga menyerang AS yang dinilai tidak banyak berbuat, tetapi sebaliknya terlalu banyak membelanjakan dana (makes too little and spend too much) untuk mengatasi krisis ekonomi global yang berepisentrum di negaranya.

Sebaliknya, pada sesi yang juga menghadirkan Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo, mantan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi, mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder, dan peraih Nobel Ekonomi Robert Mundell itu, Rusia dan AS mendapat tekanan dari Koizumi guna mengalihkan (redirect) sumber daya yang selama ini ditujukan untuk perang persenjataan nuklir untuk memulihkan ekonomi global.

Tekad Rusia dan China untuk memperjuangkan tata dunia baru yang lebih multipolar dan adil juga dipertegas kembali pada pertemuan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan KTT kelompok BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China) di Yekatenburg, Rusia, awal pekan ini. Selain Rusia dan China, anggota SCO lainnya adalah Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Juga hadir sebagai pengamat India, Pakistan, Mongolia, dan Iran.

Forum Yekatenburg ini merupakan forum resmi pertama yang membahas agenda pembentukan mata uang cadangan devisa global (supranational currency) untuk menggantikan dollar AS. KTT BRIC di Yekatenburg sekaligus juga KTT pertama BRIC. BRIC adalah kelompok empat negara berkembang yang diprediksikan Goldman Sachs bakal menggusur posisi negara-negara anggota G-7 sebagai kekuatan utama ekonomi dunia 2050. BRIC yang menyumbang 15 persen PDB global dan 42 persen dari total cadangan devisa dunia juga menghendaki suara yang lebih besar dalam sistem finansial global.

Struktur cadangan

Rusia dan China terbukti tak berhenti hanya pada tataran bicara. Sebagai titik awal, anggota SCO dan BRIC sepakat menggunakan mata uang mereka sendiri dalam transaksi perdagangan di antara mereka. Sejauh ini, China sudah membuat perjanjian dengan Argentina, Brasil, dan Malaysia untuk mendenominasikan perdagangan bilateral mereka dengan renminbi ketimbang dollar AS, sterling, atau euro.

China secara agresif juga memborong aset di sejumlah negara dan melakukan kesepakatan barter dan swap untuk mengurangi kepemilikan dollar AS. Perubahan struktur portofolio valas dalam cadangan devisa juga dilakukan Rusia. Laporan Bank Sentral Rusia kepada Duma, per Januari 2009, porsi aset dollar AS dalam cadangan devisa turun menjadi 41,5 persen dari 47 persen awal 2008. Sebaliknya, aset berbasis euro naik dari 42 persen menjadi 47,5 persen. Posisi cadangan devisa Rusia per Oktober 2008 tercatat 537,6 miliar dollar AS.

Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan dalam pernyataan resmi di situs bank sentral secara terbuka menyerukan ditinggalkannya dollar AS sebagai mata uang cadangan devisa dan menggantinya dengan Special Drawing Rights yang diterbitkan Dana Moneter Internasional (IMF).

Belum jelas strategi apa yang disiapkan AS menghadapi pengepungan seperti ini, tetapi Presiden AS Barack Obama dan Menteri Keuangan Tim Geithner mengungkapkan keyakinan mereka bahwa dollar AS akan tetap menjadi mata uang utama cadangan devisa untuk jangka lama ke depan. Para panelis pada forum internasional itu sendiri sepakat mata uang baru diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan global. (Sri Hartati Samhadi)

Posted at 06:35 am by revoltneverdie
Make a comment  

RUSIA BERHARAP OBAMA BATALKAN PERANG BINTANG


RUSIA BERHARAP OBAMA BATALKAN PERANG BINTANG

MOSKWA, KOMPAS.com — Pemerintah Rusia mengharapkan Presiden AS Barack Obama tidak akan mengikuti rencana pendahulunya untuk mengerahkan senjata di angkasa.

Namun, seorang jenderal senior Rusia menegaskan bahwa Pemerintah Rusia siap untuk menanggapi dengan pantas jika AS tetap melanjutkan langkah itu.


Rusia, yang sedang merundingkan dengan AS mengenai perjanjian baru untuk mengekang senjata nuklir guna menggantikan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START-1) yang akan berakhir Desember, menentang pengerahan senjata di angkasa.

Presiden Dmitry Medvedev, yang akan menerima Obama bulan depan dalam kunjungan pertamanya ke Moskwa, mengatakan syarat-syarat Rusia untuk perjanjian baru senjata nuklir meliputi pelarangan senjata di angkasa. "Sejauh yang saya tahu, Pemerintah AS sekarang ini memiliki rencana yang sedikit berbeda; mereka telah menjadi lebih bersahaja dan lebih realistis," kata salah seorang Wakil Menteri Pertahanan Rusia Vladimir Popovkin, yang memimpin urusan pesenjataan, dilansir Reuters, Kamis (18/6).

Ia mengatakan bahwa Rusia dapat menemukan cara yang murah menghadapi sistem pertahanan angkasa AS yang potensial itu. "Ada jawaban yang lebih memadai, dan untuk ini tidak ada kebutuhan untuk menempatkan senjata di angkasa," katanya. "Bukan masalah besar untuk menembak jatuh sebuah satelit di angkasa, dan China telah membuktikan hal itu dengan melakukan percobaan yang relevan."

Popovkin mengingatkan bagaimana upaya ketika itu Presiden AS Ronald Reagan untuk menciptakan sistem antirudal yang ditempatkan di angkasa telah mempercepat perlombaan senjata Perang Dingin dan membantu mempercepat runtuhnya Uni Soviet.

"Kami telah terseret ke dalam upaya gila-gilaan yang disebut `Perang Bintang (Star Wars)` di bawah (Presiden AS Ronald) Reagan ini, dan Anda tahu dengan baik bahwa hasilnya adalah menjadi salah satu penyebab di balik runtuhnya Uni Soviet. Kami telah menghamburkan jumlah uang yang sangat besar," katanya.

Mantan Presiden George W Bush telah memerintahkan Pentagon untuk mulai mencari sistem antirudal baru empat tahun lalu sebagai tindakan berjaga-jaga terhadap peluncuran (rudal) dari Korea Utara atau Iran. Kongres telah menyetujui dana 5 juta dollar AS untuk menyelidiki kemungkinan pertahanan rudal yang berpangkalan di angkasa Oktober lalu, langkah awal potensial ke arah sistem "Perang Bintang". AS telah menghabiskan lebih dari 100 miliar dollar AS untuk mengembangkan sistem antirudal di darat, laut, dan di udara.

Rusia percaya bahwa AS memerhatikan terutama mengenai keselamatan kelompok satelitnya di orbit yang sangat penting untuk mengoordinasikan tentara AS yang dikerahkan di seluruh dunia dan untuk menang dalam perang di Irak dan Afganistan. Wakil Menteri Pertahanan itu juga mengatakan bahwa Rusia mengharapkan percobaan terakhir yang berhasil dari rudal nuklir strategis Bulava-nya yang banyak ditangguhkan, tahun ini, dan melakukan penerbangan pertama jet tempur generasi kelimanya yang baru.

"Tugas itu tahun ini kami harus menyelesaikan semua uji coba penerbangan Bulava yang mencakup penerbangan dari atas Yury Dolgoruky (kapal selam nuklir)," kata Popovkin.

"Mengenai pesawat generasi kelima itu, hal itu direncanakan akan dilakukan tahun ini dan kami tidak memiliki alasan untuk menangguhkan tenggat waktunya. Mesinnya akan berupa 4++++ tapi pesawat itu sendiri dan banyak dari elemen pentingnya akan benar-benar generasi kelima," tambahnya.

Posted at 06:19 am by revoltneverdie
Make a comment  

Jun 13, 2009
DARAH KAUM MUSLIM: PERANG MELAWAN PENJAJAH ASING ATAU MELAYANI KEPENTINGAN ASING?



DARAH KAUM MUSLIM: PERANG MELAWAN PENJAJAH ASING ATAU MELAYANI KEPENTINGAN ASING?

Dunia Islam dan dunia Arab histeris karena peperangan yang sangat sengit, yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Peperangan itu telah menyebabkan puluhan ribu nyawa melayang, dan jutaan lainnya mengungsi. Sehingga, orang yang dengan cermat mengikuti pemberitaan di media massa, tidak tahu dari mana ia harus mulai (dalam mencermatinya?), dan di mana semua itu akan berakhir, sehingga orang yang sabar dibuatnya menjadi kebingungan. Mengapa, karena dia melihat tentara Pakistan membumihanguskan warganya sendiri di lembah Swat, yang mengakibatkan ribuan warga sipil tewas, dan tiga juta orang mengungsi meninggalkan daerah yang subur dan indah. Alasan pemerintah Pakistan melakukan semua itu adalah untuk menundukkan dan mengeliminir gerakan Taliban Pakistan, serta pengusiran para milisi asing.

Sedang di negeri tetangganya, Afghanistan para tentara NATO berperang—yang di belakangnya adalah pemerintahan Karzai, di samping Amerika—melawan penduduk Afghanista yang tergabung dalam gerakan Taliban Afghanistan. Sedang alasan mereka melakukan semua itu adalah karena gerakan tersebut tidak ikut berpartisipasi dalam pemerintahan, dan juga alasan untuk mengusir para milisi asing.

Selanjutnya, lihat Somalia yang sedang ditimpa musibah. Syeikh Syarif Ahmad yang kemarin adalah mitra partai Islam dan pemuda mujahidin dalam memerangi pemerintah yang loyal kepada Amerika dan pasukan Ethiopia, sekarang berbalik memerangi keduanya, dengan klaim bahwa pasukannya adalah orang-orang asing, sehingga itu dilakukan dengan alasan mengusir para milisi asing.

Adapun tentara Arab, seperti tentara Mesir, Suriah, dan Saudi Arabia sungguh mereka telah berperang di pihak Amerika dalam Perang Teluk, dengan alasan membebaskan Kuwait dari orang-orang Irak (orang-orang asing). Perlu diketahui bahwa pemerintah Irak sendiri dengan berbagai komponen politiknya telah memerangi kelompok perlawanan di Irak dengan alasan memerangi para milisi asing.

Di Palestina juga demikian, di mana aparat keamanan Palestina yang kemarin menjadi mitra bagi kelompok perlawanan dan pemerintah, sekarang justru sebaliknya. Itu semua dilakukan dengan dalih bahwa pasukan mereka adalah orang-orang asing (orang-orang Iran).

Demikian halnya dengan Iran yang telah membantu Amerika di Irak dan Afghanistan, dengan alasan keberadaan teroris asing. Beberapa hari yang lalu, para penguasa Iran, Afghanistan, dan Pakistan bertemu, dan hasilnya mereka sepakat untuk memerangi terorisme, dan menjaga keamanan perbatasan, agar para teroris tidak mudah keluar-masuk.

Siapapun yang mencermati peperangan dan politik ini akan menemukan bahwa Amerika telah menggunakan negeri-negeri itu dan para tentaranya untuk memasuki sebuah medan peperangan dengan menjadi agen Amerika di semua wilayah tersebut. Tentara Pakistan sedang memasuki peperangan menggantikan Amerika di wilayah kesukuan (FATA) yang telah dikuasai kelompok perlawanan Afghanistan, sehingga hal itu menimbulkan kekhawatiran terhadap keberadaan Amerika di Afghanistan, serta mengancam terhadap pasokan logistik dan yang lainnya.

Adapaun pemerintahan Karzai dan gerakan-gerakan yang bersekutu dengannya, maka semuanya memasuki peperangan dan berdampingan dengan pasukan Amerika di Afghanistan untuk mempertahankan keberadaan Amerika di wilayah tersebut, serta untuk menjaga semua aset dan kepentingan Amerika.

Sementara di Irak, maka bukan rahasia lagi bahwa para penguasa Arab bersekutu dengan Amerika. Mereka telah menyerahkan tanah, langit, dan semua potensi yang mereka miliki kepada Amerika. Mereka memasuki peperangan untuk melawan tentara Irak, membuka jalan untuk menduduki Irak, merampas kekayaannya, membunuh dan mengusir jutaan rakyat Irak. Begitu juga halnya dengan pemerintah Irak yang dibentuk oleh Amerika yang berdasarkan aliran, termasuk pembentukan Ashahwat telah memerangi semua gerakan perlawanan di Irak menggantikan Amerika.

Sedangkan pemerintah Syeikh Syarif Ahmad, maka gerakan-gerakan yang memerangi dan yang diperanginya, sebelumnya merupakan sekutunya sendiri dalam memerangi kekuasaan dan pengaruh Amerika di Somalia, serta sekutunya dalam memerangi para agen Amerika, baik pemerintah atau tentara Etiopia. Namun semua itu terjadi sebelum ia bergandengan dengan Amerika di Djibouti, dan hasil dari berbagai pertemuan yang ia lakukan dengan mereka, sekarang ia memasuki peperangan sebagai agen untuk melawan sekutunya sendiri, yang kemarin bersama-sama berjuang mengalahkan pengaruh Amerika yang sedang mendominasi di Somalia.

Adapun di Palestina, maka Jenderal Amerika, Dayton mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyingkirkan semua kekuatan pemberontak dari aparat keamanan, dan kemudian melatih generasi baru yang rela untuk mengawasi dan menangkapi “saudara-saudara menreka sendiri, meski harus menggunakan kekuatan senjata”, atau bahkan menjadi mitra pemerintah dalam rangka untuk menjaga keamanan orang-orang Yahudi, serta melestarian kepentingan, pengaruh, dan dominasi Amerika di Palestina.

Jika kita pelajari dengan seksama, bahwa para tentara “orang-orang asing” di Afghanistan, maka mereka semua disebut dengan Mujahidin pada waktu berperang dengan bangsa Rusia, baik di mata para penguasa Arab, kaum Muslim, maupun Amerika, sedang sebagian yang lain disebut dengan tentara perlawanan, pejuang, pendukung, sekutu pemerintah, dan lain-lainnya.

Sementara sekarang begitu jelasnya bahwa kaum Muslim (berperang?) satu sama lain dalam peperangan sebagai agen Amerika dan yang lainnya di semua daerah. Mengapa, umat tidak juga menyadari akan kewajibannya, potensi kekuatannya, dan kemampuannya untuk mengubah kondisi dan keadaan yang memilukannya. Yaitu mengubah para penguasa yang menjadi sumber bencana, dan memerangi rakyatnya sendiri, dengan para penguasa yang siap memerangi para musuhnya yang telah menduduki negeri-negeri kaum Muslim di Palestina, Irak, Afghanistan, dan neger-negeri Arab dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya.

Mengapa umat Islam belum juga mengambil kendali kekuasaannya, menyatukan dirinya, dan mendirikan negaranya yang akan menerapkan Islam secara sempurna; mengemban risalah, cahaya, dan petunujuk bagi semua umat manusia, sehingga umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya, dari kezaliman dan kejahatan Amerika dan negara-negara Demokrasi Kapitalis menuju keadilan Islam; dan mengembalikan kedudukan kaum Muslim pada kedudukan yang seharusnya di antara umat-umat yang lain, dan bahkan menjadikan negaranya sebagai negara nomor satu di dunia, yaitu negara yang akan menjadi impian semua generasi bangsa, dan negara yang akan memberikan keadilan kepada semua umat manusia, di manapun ia berada.

(Ahmad al-Khatib ; Anggota Maktab I’lami Hizbut Tahrir di Palestina)

 


Posted at 06:42 am by revoltneverdie
Make a comment  

PANGLIMA BARU AS MENGUBAH SIASAT PERANG AFGANISTAN



PANGLIMA BARU AS MENGUBAH SIASAT PERANG AFGANISTAN

LONDON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat berencana untuk mengkaji ulang strateginya di Afghanistan sebagai respon atas kemarahan yang meluas mengenai tingginya jumlah warga sipil yang menjadi korban serangan mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh panglima AS pada Jumat (12/6).

Letnan Jenderal Stanley McChrystal mengatakan bahwa ia akan fokus dalam menyeimbangkan pengaruh taktis operasi jangka pendek dengan efek strategi jangka panjang, sembari menekankan bahwa melindungi penduduk merupakan salah satu fokus utama dalam memperoleh keseimbangan tersebut.

"Satu hal yang akan kami lakukan adalah mengkaji ulang semua aturan perang dan semua instruksi terhadap masing-masing unit, dengan penekanan bahwa kami berperang untuk penduduk dan terlibat dalam melindung mereka dari musuh maupun dari operasi kami sendiri," kata McChrystal pada BBC.

"Kami tahu bahwa meskipun operasi dilakukan dengan alasan yang benar namun memiliki dampak negatif, hal tersebut dapt memberikan pengaruh yang negatif pula bagi semua pihak."

McChrystal, mantan panglima pasukan khusus di Irak, akan mengambil komando atas 56.000 pasukan AS dan 33.000 tentara NATO dari berbagai negara, menggantikan Jenderal David McKiernan, yang diberhentikan bulan lalu.

Tingginya jumlah korban sipil akibat serangan AS ini menjadi isu yang cukup sensitif dimana pimpinan munafik Afghanistan maupun penduduk lokal, juga komunitas internasional, menentang keras dan melemparkan kritik yang tajam terhadap militer AS, sang polisi dunia.

Sebuah serangan udara bulan lalu di barat Afghanistan menewaskan warga sipil dalam jumlah terbesar. AS mengklaim bahwa korban yang tewas akibat serangannya hanya 20-35 orang saja. Sedangkan kenyataannya, korban sipil yang tewas akibat kebrutalan militernya berjumlah sekitar 150 jiwa.

"Hal terpenting bagi kami saat ini adalah melindungi rakyat Afghan sehingga mereka kemudian kembali memihak pemerintahnya yang legal dan efektif," lanjut McChrystal mengenai prioritasnya.

"Sehingga jika kami memenangkan usaha (peperangan di Afghanistan) ini, hal itu terjadi karena kami melindungi penduduk dan sehingga usaha untuk menyerah musuh akan menjadi upaya untuk mendukung prioritas tersebut (merebut simpati publik)."

Saat ditanya mengenai pasukan tambahan yang dikirim ke Afghanistan, ia hanya menjawab bahwa semua usaha akan ditujukan untuk mencegah kebangkitan kembalinya kelompok mujahidin Taliban dan al-Qaeda. (Althaf/reuters/arrahmah.com)


Posted at 06:37 am by revoltneverdie
Make a comment  

ARAB SAUDI TERIMA JET TOPAN PERTAMA DARI INGGRIS

ARAB SAUDI TERIMA JET TOPAN PERTAMA DARI INGGRIS

RIYADH -- Arab Saudi menerima kiriman pertama dua jet Topan Eurofighter dari 72 pesawat Inggris yang telah dipesan tetapi sebelumnya diragukan karena skandal senjata Yamamah, kata kantor berita negara itu SPA, Jumat.

Asisten Menteri Pertahanan dan Penerbangan Pangeran Khaled bin Sultan menerima dua jet Topan itu dalam satu acara dengan para pejabat Inggris di fasilitas-fasilitas BAE System, pabrik pesawat itu di Wharton, Inggris, Kamis, kata SPA.

Dua pesawat tempur itu adalah kiriman pertama dari satu pesanan 72 pesawat yang harganya mencapai sekitar 32,9 miliar dolar, termasuk senjata-senjata dan perawatan jangka panjang.

Arab Saudi adalah negara pertama di luar Eropa memiliki jet Topan, sebuah pesawat multi peran yang diproduksi konsorsium yang dipimpin BAE System dari perusahaan-perusahaan Eropa.

Perjanjian itu pertama kali diumumkan Agustus 2006, tetapi kemudian gagal karena ragu setelah satu penyelidikan Inggris terhadap koruspi besar-besaran dalam perjanjian senjata-senjata sebelumnya antara Arab Saudi dan BAE System yang melibatkan para pejabat senior kedua negara.

Penyelidikan terhadap apa yang disebut perjanjian Yamamah dibatalkan oleh pemerintah Inggris Desember 2006 dengan alasan "keamanan nasional", "kepentingan umum," dan kontrak akhir bagi pesawat Topan ditandatangani September 2007.- ant/afp/ahi

Posted at 06:34 am by revoltneverdie
Make a comment  

MENKEU: KRISIS BUKTIKAN GAGALNYA PASAR BEBAS MURNI

MENKEU: KRISIS BUKTIKAN GAGALNYA PASAR BEBAS MURNI

BALI -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, krisis keuangan global yang saat ini sedang terjadi menunjukkan ekonomi tidak bisa  diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar lewat tuntunan tangan-tangan tak terlihat (invisible hand) yang menjadi prinsipnya.

Invisible hand adalah prinsip kunci dalam teori ekonomi klasik dari ekonom Adam Smith yang menjadi inti ideologi pasar bebas murni. "Krisis menunjukan kepada kita keterbatasan dari invisible hand di dunia nyata. Kita lihat bagaimana the invisible hand membantu keruntuhan Lehman Brothers, Bear Stern dan lembaga investasi besar lainnya, yang didalamnya terdapat tabungan ribuan orang," katanya di Bali, Sabtu.

Ia menjelaskan, pasar keuangan global yang dibiarkan bebas telah mendorong terciptanya inovasi produk keuangan yang tidak bertanggung jawab. "Banyak diantaranya (produk keuangan) tanpa penilaian yang memadai," katanya.

Hal ini telah membuat gelembung keuangan, dimana uang berlipat-lipat tak terkendali akibat berbagai produk  keuangan yang bebas dijual tersebut.

Disisi lain menurut dia, periode kebijakan moneter yang sangat lemah berjalan cukup panjang, lemahnya penilaian risiko, dan ketidakseimbangan global menyediakan amunisi bagi dana yang mudah bergerak menjadi pelatuk yang meledakan  gelembung di sektor keuangan.

Ia menambahkan, semua faktor itu bergabung dengan rusaknya moral para manajer keuangan dan pembuat keputusan sehingga terjadi perilaku yang sangat menyimpang dalam keberanian mengambil resiko.

Ketika gelembung meletup di AS, membuat dana yang sebelumnya berlebih menjadi kering, terutama karena adanya pemburukan oleh membesarnya kerugian di sektor keuangan di AS.

Hal ini, membuat fungsi intermediasi (penghubung antara mereka yang membutuhkan dana dengan yang berlebihan dana) menjadi terganggu setelah para pemilik dana tidak lagi mempercayai penyaluran dana dengan lebih memilih mengamankannya.

Alhasil, suku bunga di pasar meningkat karena likuiditas sulit dicari, sementara persepsi risiko baik untuk kemudian mengglobal. Dan negara berkembang yang tidak ada hubungannya dengan produk keuangan tersebut pun menjadi korban prilaku irasional itu.

Karena persepsi risiko meningkat maka bunga surat utang baik korporasi maupun negara menjadi berlipat-lipat, meski tanpa penilaian yang adil terhadap kekuatan (fundamental) ekonomi yang dimilikinya.

Akibatnya, negara berkembang kesulitan mencari dana di pasar keuangan karena suku bunga yang ditawarakan tidak masuk akal. Di sisi Lain, akibat kerugian besar di AS, dana-dana mengalir keluar dari negara berkembang ke AS yang digunakan untuk membiayai kerugian yang dialami AS itu.

Akibatnya, nilai tukar negara-negara berkembang melemah, begitu pula bursa efek mencatat penurunan tajam karena aliran dana keluar tersebut. Tak hanya pada sektor keuangan, krisis ini merambat ke sektor riil di mana saluran kredit ke sektor riil terganggu.

Bank melihat kekeringan likuditas membuat mereka berhati-hati sehingga kredit untuk sektor riil pun mengalir tersendat karea hati-hati atau bahkan tertahan. Akibatnya membuat sektor riil sulit bergerak, dan permintaan duniapun anjlok. "Aksi irasional ini menghukum kita dengan bunga surat utang yang tinggi, pasar irasional. Kita adalah korban," katanya. -

Posted at 06:30 am by revoltneverdie
Make a comment  

Jun 5, 2009
PRO-KONTRA DUNIA ISLAM TERHADAP PIDATO OBAMA


PRO-KONTRA DUNIA ISLAM TERHADAP PIDATO OBAMA

KAIRO -- Kehadiran Obama di Mesir kemarin, Kamis (4/6), merupakan fenomena baru. Persiapan penyambutan dari segi keamanan dan pembaharuan suasana tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah penyambutan presiden mana pun. Tamu yang satu ini benar-benar diistimewakan bagi Mesir. Tidak hanya itu, ujian di beberapa universitas pun harus diliburkan untuk menjamin kestabilan suasana.

Obama ditemani Menlu AS, Hillary Clinton, berkunjung ke Masjid Sultan Hasan sebelum menyampaikan pidatonya di Universitas Kairo.

Satu jam sebelum acara dimulai, ruangan aula sudah dipadati undangan sebanyak 2500 orang. Terlihat di barisan depan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi dan beberapa tokoh agama Kristen Koptik. Tidak ketinggalan Mufti Mesir Dr. Ali Jum'ah juga hadir dalam acara tersebut.

Dalam pidatonya, Obama berbicara tujuh poin penting yang berhubungan langsung dengan Dunia Islam. Salah satu poin yang menjadi fokus pembicaraan obama adalah kesantunan Islam yang sesuai dengan nilai kemanusiaan. Obama dengan yakin mengatakan bahwa ajaran Islam tidak sejalan dengan kekerasan. Dari poin ini, Obama mengajak kepada seluruh umat Islam dunia untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dunia. Dalam konteks ini Obama menjadikan Islam Indonesia sebagai percontohan.

Hadirin seakan terpukau dengan pidato obama. Pasalnya selama ini Presiden AS dikenal brutal dan tidak memiliki rasa kemanusiaan. Nyawa manusia seakan tidak berharga ketika melihat tragedi Afghanistan, Iraq, dan Palestina. Namun pidato Obama sangat kontras dengan kebijakan Presiden AS sebelumnya. Beberapa kali pembicaraannya disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Apalagi terhitung tiga kali Obama mengutip teks terjemah Alquran. Kontan saja para undangan kembali bersorak gembira.

Diantara pidato Obama yang membuat hati para hadirin bak tersihir adalah, " Sesungguhnya Islam adalah agama yang sangat tua, dan mempunyai sejarah perdaban yang gemilang yang tidak pernah diraih oleh agama manapun, maka selayaknya Amerika harus ikut berpartisipasi dalam membangun kejayayaan Islam kembali."

Lembaga tinggi Al-Azhar pun memberikan pujian terhadap pidato Obama,"Sesungguhnya pidato ini adalah sebuah jalan untuk membuka dialog antar peradaban, sehingga mampu mengetengahi konflik antara keduanya yang tak kunjung usai."

Al-Azhar juga mengungkapkan kesiapannya untuk ikut aktif berpartisipasi dalam agenda Obama dalam mewujudkan perdamaian yang komprahensif di Timur Tengah, khususnya antara Palestina dan Israel. Mereka juga menyambut hangat rencana penarikan tentara AS di Irak dan beberap upaya lainnya yang ditempuh guna mencapai mengembalikan kenyamanan di negeri Afganistan.


Reaksi Palestina

Pemerintah Palestina menyambut baik sikap Obama terhadap Palestina yang termuat dalam pidatonya. Ucapan ayah dua anak itu dinilai memberikan dasar terwujudnya solusi dua negara seperti yang termaktub dalam peta jalan damai. Tanggapan positif juga muncul dari warga muslim AS. Mereka menilai Obama sangat tulus dan berani menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Reaksi berbeda justru diungkap Hamas. Mereka mengkritik pidato Obama terlalu lunak dalam memaksa Israel menghentikan kekerasannya terhadap warga Palestina.

Juru bicara Hamas, Fauzi Barhoum, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa pidato Presiden AS, Barack Obama, di Kairo kemarin tidak menjamin perubahan substansial terhadap politik AS terhadap Palestina. Ia menilai pidato Obama terdapat banyak kontradiktif, diantaranya mengatakan bahwa Hamas mendapat dukungan penuh dari rakyat Palestina, tapi dalam satu sisi dia tidak berbicara tentang legalitas Hamas yang tampil resmi melalui tangga demokrasi.

"Dalam pidatonya, Obama hanya berbicara tentang pembantaian bangsa Yahudi yang tertindas, tidak menyinggung sedikit pun pembantaian Gaza yang dilakukan oleh penjajah Zionis terhadap rakyat sipil," tegas Barhoum.

Menurut penilaian Barhoum, Obama berbicara tentang strategi baru AS, tapi dia tidak minta maaf atas kesalahan strategi yang berimbas pada kehancuran Irak dan Afghanistan. Obama menggunakan "bahasa perdamaian" dalam pindatonya.

Sementara Gerakan Jihad Islam di Palestina mengatakan pidato Obama hanya terfokus pada eksistensi Israel sebagai negara nasional Yahudi, dikatakannya sebagai bagian dari kawasan dunia Arab-Islam. Obama juga mengaitkan adanya kelestarian dan peningkatan di kawasan itu dengan pengakuan terhadap Israel dan senantiasa akan mengamankannya.

Dawud Syihab, jubir Gerakan Jihad Islam dalam keterangan persnya mengatakan, "Kami tidak melihat perubahan dalam strategi AS, hanya ada perubahan politik dan mekanismenya untuk merealisasikan strategi AS. Dan inilah memang kondisi dan tuntutan kepentingan AS, berkomitmen untuk senantiasa menjaga eksistensi Zionis".

Reaksi Israel

Pemerintah Israel umumnya mendukung sikap Obama dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Tapi tak sedikit juga warga gelisah dengan jalan damai yang akan ditempuh AS.

Sedangkan warga Israel yang tinggal di permukiman Yahudi menilai, pidato Obama hanya mempersulit posisi Israel di dunia Internasional. Mereka juga menilai seruan Obama agar Israel menghentikan proyek pembangunan permukimannya, tak akan berhasil.taq/iol/alawsat/sinai [REPUBLIKA.CO.ID]

Posted at 06:07 pm by revoltneverdie
Make a comment  

MINYAK SENTUH US$ 70, WALL STREET BERAKHIR DATAR


MINYAK SENTUH US$ 70, WALL STREET BERAKHIR DATAR

New York - Harga minyak mentah dunia akhirnya menyentuh level US$ 70 per barel, untuk pertama kalinya sejak 7 bulan terakhir. Sementara saham-saham di Wall Street ditutup datar-datar saja.

Pada perdagangan Jumat (5/6/2009), kontrak utama minyak light pengiriman Juli sempat menembus level US$ 70,32 per barel, tertinggi sejak 4 November 2008. Namun kontrak ini akhirnya ditutup turun 84 sen ke level US$ 67,97 per barel seiring pulihnya dolar AS.

Sementara minyak Brent pengiriman Juli ditutup turun 95 sen ke level US$ 67,76 per barel.

"Rally harga minyak di awal sesi sepertinya gagal berkat pulihnya dolar," ujar Adam Klopfensteun, analis senior Lind-Waldock, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (6/6/2009).

Dolar AS memang sempat melemah tajam atas euro. Namun mata uang tunggal itu akhirnya ditutup melemah di bawah level 1,4000 yakni di 1,3970 dolar, dari posisi sebelumnya di 1,4179 dolar. Dolar AS juga menguat atas yen  ke posisi 98,62 yen, dari posisi sebelumnya di 96,61 yen.

Sementara saham-saham di Wall Street mengakhiri pekan ini dengan mixed, akibat profit taking setelah rally sebelumnya. Pasar saham berjalan sangat bergejolak, dan memulai sesi perdagangan dengan penguatan sebelum akhirnya melemah karena investor melakukan penilaian ulang atas data pengangguran terbaru.

Departemen tenaga kerja AS melaporkan jumlah PHK mencapai 345.000 pada Mei, atau sedikit lebih rendah dari prediksi analis. Namun tingkat pengangguran AS mencapai 9,4% atau tertinggi sejak tahun 1983.

Data itu diartikan investor sebagai sebuah pertanda bahwa ketidakpastian masih menyelimuti perekonomian AS, meski sudah ada tanda-tanda perbaikan.

"Ada tanda-tanda yang bercampur dari data perekonomian," ujar Rayan Detrick, analis senior dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters. "Awalnya orang melihat angka 345.000 dan setiap orang sedikit senang, namun kemudian menyadari bahwa tingkat pengangguran ternyata lebih buruk dari yang diperkirakan. Dan ada fakta bahwa pada Jumat dan para penjual ingin mengambil untung pada hari ini," tambahnya.

Pada perdagangan Jumat (5/6/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 12,89 poin (0,15%) ke level 8.763,13. Indeks Standard & Poor's 500 turun tipis 2,37 poin (0,25%) ke level 940,09 dan Nasdaq melemah 0,60 poin (0,03%) ke level 1.849,42.

Perdagangan saham moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,26 miliar saham di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,31 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar. [detikFinance]

Posted at 05:55 pm by revoltneverdie
Make a comment  

Apr 19, 2009
IMF: KRISIS GLOBAL MASIH PANJANG



IMF: KRISIS GLOBAL MASIH PANJANG

WASHINGTON - Laporan dari Dana Moneter Internasional mengungkapkan krisis global masih akan panjang dengan pemulihan yang lambat dan sulit. Bahkan, dimungkinkan tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari krisis ini.

"Lemahnya aliran dana dari perekonomian negara berkembang akan memukul Eropa Timur," ujar Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan semesteran World Economic Outlook. Seperti yang dilansir Reuters, Minggu (19/4/2009).

Dijelaskan pula, jika resesi saat ini tampaknya akan luar biasa panjang dan parah. Pemulihan akan sulit. IMF tidak memberikan perkiraan kapan dimulainya pemulihan resesi global yang pertama terjadi dalam enam dasawarsa terakhir ini akan mulai.

"Beberapa pertanda bahwa tekanan ini sudah mulai berkurang," ujar ekonom IMF, Stephan Danninger, di Washington. Akan tetapi, dia mengatakan, perbaikan apa pun hanyalah mengurangi tekanan ekstrem saja.

Direktur Pengelola IMF Dominique Strauss-Kahn juga menyerukan pernyataan senada dengan prognosis tersebut.

"Tahun 2009 dipastikan akan menjadi tahun yang sangat suram. Kami memperkirakan pertumbuhan global akan menjadi negatif. Ini merupakan krisis global yang sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang dapat luput," ungkapnya.

IMF mengatakan, para penelitinya memerhatikan pola siklus bisnis pada 21 negara maju dari tahun 1960 hingga saat ini. Studi tersebut menemukan bahwa langkah mengucurkan stimulus fiskal efektif mengakhiri resesi. Adapun kebijakan moneter seperti pemangkasan pajak dapat memperpendek krisis, tetapi tidak terlalu efektif.

"Kebijakan yang terkoordinasi baik dari negara maju maupun berkembang diperlukan untuk mencegah kejatuhan yang lebih dalam lagi," demikian laporan IMF tersebut. (rhs)

Posted at 01:27 am by revoltneverdie
Make a comment  

INTELIJEN AS: TIDAK LAMA LAGI PAKISTAN AKAN JADI NEGARA ISLAM



INTELIJEN AS: TIDAK LAMA LAGI PAKISTAN AKAN JADI NEGARA ISLAM

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Sejumlah pejabat intelejen AS menyimpulkan hanya ada sedikit harapan untuk mencegah senjata nuklir Pakistan jatuh ke tangan para mujahidin. Dan tentu saja hal itu bisa menjadi ancaman yang luar biasa bagi AS dibanding apa yang telah dilakukan Taliban Afghanistan melalui teror 9/11.

Fragmentasi Pakistan ke dalam tangan para mujahidin al Qaeda dan beberapa kelompok mujahidin lainnya mempunyai implikasi gawat bagi AS dan sekutunya juga dan kepentingan mereka terhadap gudang senjata nuklir Pakistan, usahanya untuk 'menenangkan' (baca: merebut) Afganistan; juga kepentingan mereka di India, Teluk Persia dan Asia Tengah yang kaya minyak.

”Pakistan punya 173 juta penduduk dan 100 senjata nuklir, tentara yang jumlahnya lebih besar daripada tentara Amerika, dan menjadi markas besar al Qaeda yang menguasai dua pertiga negara,” kata David Kilcullen, seorang pensiunan perwira tentara Australia, seorang mantan penasehat Departemen Kenegaraan dan konsultan anti pemberontakan pemerintahan Obama.

Pakistan bukan Afghanistan, terbelakang, terisolasi, dan daratan yang terkurung,” tambah pejabat intelejen AS. “Pakistan adalah negara berkembang... (dengan) pelabuhan Samudera Hindia, yang menjadi pintu gerbang menuju dunia luar, khususnya Teluk Persia, yang tidak pernah dimiliki oleh Afganistan dan Taliban.

“Implikasi ini semua adalah malapetaka bagi AS,” tambahnya. “Jalur suplai (dari Karachi sampai basis AS) di Kandahar dan Kabul dari sebelah selatan dan timur akan dipotong, atau sedikitnya jalur-jalur tersebut menjadi lebih tidak aman, dan itu akan membahayakan misi AS di Afganistan."

Beberapa pakar dalam wawancaranya dengan pihak pers mengatakan pendapat mereka bukanlah skenario terburuk, tetapi merupakan dugaan realistis yang didasarkan pada semakin menguatnya militansi para mujahidin dan kegagalan pemerintah dan militer Pakistan untuk merespon kondisi tersebut.

“Saya tidak melihat skenario masuk akal apa pun dari pemerintah sekarang atau atau tim suksesnya yang akan memobilisasi sumberdaya ekonomi, politik, dan keamanan untuk menekan naiknya perlawanan dari mujahidin," kata salah seorang penasihat Pentagon yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Saya berpikir Pakistan bergerak pada situasi di mana ekstremis menguasai seluruh daerah pedalaman dan pemerintah hanya mengontrol pusat perkotaan,” tambahnya. “Jika anda melihat 10 tahun yang akan datang, saya kira pemerintahan Pakistan akan dijalankan oleh militan Islam."

Pemandangan pesimis pejabat Pentagon mengenai Pakistan masa depan itu didukung oleh menyerahnya Islamabad minggu ini pada Taliban dan oleh meningkatnya infiltrasi mujahidin di Karachi, pusat keuangan negara, serta jantung wilayah politik dan industri provinsi Punjab.

Kematian penduduk sipil oleh serangan pesawat tak berawak AS, delapan tahun campur tangan AS di Afganistan, dan dukungan AS terhadap militer Pakistan juga sudah menyebabkan semakin tersebarnya ancaman pemberontakan para mujahidin dan semakin memunculkan kemuakan dari umat Islam.

“Pemerintah seharusnya menyadari urgensitas kondisi ini dan tetap berkomitmen. Ini adalah momen yang serius bagi Pakistan ,” kata Sen John Kerry, Kepala Senat Komite Hubungan Luar Negeri, pada Selasa (14/4) kemarin pada Islamabad. “Pemerintah federal (AS) telah menegaskan bahwa masalah ini adalah masalah Pakistan."

Ahsan Iqbal, seorang asisten pemimpin oposisi dna mantan perdana menteri Nawaz Sharif, mengatakan bahwa pemberontakan para mujahidin bisa dipadamkan jika pemerintah membangun kembali sistem pengadilan, memperbaiki pelaksanaan hukum, memberikan ganti rugi terhadap korban sipil yang meninggal dalam operasi keamanan dan mengimplementasikan perbaikan demokratis.

"Butuh waktu," kata Iqbal. "Kami butuh jalan keluar yang tepat dan kesatuan internal dalam tubuh Pakistan sendiri."

Banyak pejabat AS dan para pakar lainnya memperkirakan bahwa para mujahidin Taliban tidak akan pernah menyerah dan bahkan semakin meningkatkan perlawanannya.

"Taliban saat ini menjadi pasukan yang terus meningkatkan dirinya,” pengarang Ahmed Rashid, seorang pakar pemberontakan, mengatakan dalam konferensi di Washington pada Rabu (15/4). “Mereka mempunyai agenda untuk Pakistan, dan agenda itu tidak lain adalah untuk menumbangkan pemerintah Pakistan dan men-Taliban-kan seluruh negara tersebut."

Pejabat intelejen AS mengatakan bahwa elit Pakistan yang sejak kemerdekaannya pada tahun 1947 didominasi oleh politikus, birokrat dan perwira militer dari Punjab, sudah gagal untuk mengatasi situasi genting di Pakistan.

“Para elit Punjab sudah tidak menguasai Pakistan, tetapi tak satu pun dari mereka atau pemerintah Obama menyadari hal itu,” kata pejabat. "Pakistan bisa menjadi negara Islam, mungkin dalam beberapa tahun lagi. Tidak ada kepimpinan sipil di Islamabad yang bisa menghentikan ini." (Althaf/arrahmah.com)

Posted at 01:23 am by revoltneverdie
Make a comment  

Previous Page Next Page